JEJAK PENGABDIAN PAK RODIKIN (Guru yang Tak Pernah Berhenti Mengabdi)

JEJAK PENGABDIAN PAK RODIKIN (Guru yang Tak Pernah Berhenti Mengabdi)
oleh: Raiha Azzahra Salsabila Riyadi
Dedikasi seorang guru tidak pernah benar-benar berakhir, bahkan ketika masa pensiun telah tiba. Itulah yang tergambar jelas dalam sosok Pak Rodikin, seorang pendidik yang memulai perjalanan mengajarnya pada tahun 1986 di MTS Negeri 2 Cilacap. Dengan penuh semangat, beliau menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju sekolah, sebuah rutinitas yang dijalaninya selama sekitar sepuluh tahun.
Sejak awal kariernya, Pak Rodikin dikenal sebagai guru yang tenang, sabar, dan penuh komitmen. Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, namun juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para siswanya. Selama bertahuntahun mengajar, beliau pernah mengabdikan diri di berbagai sekolah, seperti SMP Negeri 2 Karangpucung sebagai guru Seni Budaya, dan di sekolah lain beliau mengajar Bahasa Jawa, sesuai keahliannya
Meskipun kini sudah menyandang status pensiunan di Dusun Pangkalan, Desa Dermaji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, semangat Pak Rodikin untuk mendidik tidak pernah padam. Setelah pensiun, beliau tetap bekerja di kebun, menunjukkan bahwa kedisiplinan dan kerja keras bukan hanya teori, tetapi juga praktik yang dihidupi setiap hari. Selain itu, beliau tetap menjadwalkan diri untuk mengajar di SMP Jendral Ahmad Yani, membuktikan bahwa panggilan sebagai pendidik tidak mengenal batas usia.
Salah satu kenangan paling berkesan bagi Pak Rodikin selama mengajar adalah kesempatannya untuk berinteraksi langsung dengan murid-murid. Baginya, melihat perkembangan siswa, mendengar pertanyaan-pertanyaan polos, hingga menyaksikan perubahan sikap mereka menjadi lebih baik adalah hadiah yang sangat berharga. Momen-momen itulah yang membuat beliau bangga dengan profesi yang telah dijalaninya puluhan tahun.
Tak hanya itu, Pak Rodikin selalu menekankan pentingnya kerajinan dan ketaatan bagi setiap siswa. Beliau percaya bahwa dua sifat tersebut adalah fondasi menuju keberhasilan. Dalam pesannya kepada generasi muda, Pak Rodikin berpesan agar siswa rajin belajar, terus berusaha, dan tidak berhenti bermimpi.
Beliau berharap para pelajar mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mencapai masa depan yang lebih baik.
Kisah hidup dan pengabdian Pak Rodikin menjadi inspirasi bahwa guru sejati adalah mereka yang mengajar dengan hati. Beliau mungkin sudah pensiun secara jabatan, tetapi semangatnya dalam mendidik tidak pernah pensiun. Dari tahun 1986 hingga hari ini, dedikasi beliau mengalir seperti mata air pengetahuan yang terus memberi manfaat.
Pak Rodikin telah membuktikan bahwa seorang guru tidak diukur dari berapa lama ia mengajar, melainkan dari seberapa besar dampaknya bagi kehidupan banyak orang. Dan bagi murid-murid yang pernah belajar darinya, nama beliau akan selalu dikenang sebagai simbol keteladanan, kerja keras, dan keikhlasan.
Link karya asli di:
https://www.instagram.com/p/DRZex0kjxY-/
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Terimakasih Guruku
- Pemanfaatan E-Journal Guru di Kelas dan Sekolah
- Kelas Bilingual di SMP: Pentingnya Pendidikan Dwibahasa di Era Globalisasi
- Tingkatkan Kompetensi Numerasi Sesuai Prioritas Rekomendasi PBD
- Peran Komunitas Belajar dalam Membangun Budaya Belajar Bersama di SMPN 2 Karangpucung
Kembali ke Atas

